Ironi SPMB 2025, SMK Swasta di Cianjur Baru Menerima Tiga Siswa Baru
SMK Karisma di Cianjur baru menerima tiga pendaftar baru (FOTO: Kemdikbud.go.id)

Ironi SPMB 2025, SMK Swasta di Cianjur Baru Menerima Tiga Siswa Baru

Di tengah harapan yang kian menipis, sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Cianjur berjuang keras untuk bertahan. Salah satunya adalah SMK Karisma di Kecamatan Cipanas yang kini diselimuti suasana sunyi.

TIMES Banten,Rabu 16 Juli 2025, 09:22 WIB
738.7K
W
Wandi Ruswannur

CIANJURDi tengah harapan yang kian menipis, sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Cianjur berjuang keras untuk bertahan. Salah satunya adalah SMK Karisma di Kecamatan Cipanas yang kini diselimuti suasana sunyi. 

Tak terdengar riuh canda tawa siswa baru, hanya ada delapan guru yang tetap datang ke sekolah, meski belum tahu kapan kelas akan benar-benar dimulai.

“Baru tiga orang yang daftar,” kata Mila Susanti, Kepala SMK Karisma, dengan nada lirih kepada TIMES Indonesia, Rabu (16/7/2025).

Dari total 156 sekolah swasta di Cianjur, tercatat lima sekolah hanya mampu menarik kurang dari 10 siswa. SMK Karisma menjadi yang terendah, dengan hanya tiga pendaftar. 

Lebih lanjut kondisi ini tentunya membuat sejumlah sekolah terpaksa menunda pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025.

Mila menjelaskan, pihaknya telah membuka pendaftaran sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pertengahan Juli, jumlah pendaftar belum menunjukkan peningkatan. 

"Saya tidak menyangka, jumlah siswa baru kali ini justru lebih sedikit dibandingkan jumlah guru di sekolah yang mencapai delapan orang," ucapnya.

Fenomena serupa turut dialami oleh banyak SMK swasta lain di wilayah Cianjur. 

Faktor di Balik Turunnya Peminat

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Cianjur, Nurdin, membenarkan terjadinya penurunan tajam jumlah pendaftar di sekolah-sekolah swasta.

Menurutnya, penyebab utama kondisi ini adalah kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memperbolehkan satu kelas di sekolah negeri diisi hingga 50 siswa. 

“Dengan kebijakan itu, sekolah negeri tentu akan memaksimalkan kapasitas. Dampaknya, sekolah swasta kehilangan calon siswa,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, beberapa sekolah masih membuka pendaftaran hingga pekan depan. Namun, hal tersebut murni inisiatif masing-masing sekolah, bukan bagian dari kebijakan resmi pemerintah.

“Kalau dari dinas tidak ada solusi konkret, kami hanya bisa berharap ada perubahan kebijakan,” tandasnya menutup penyampaian. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banten, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.