Sebotol Minuman Manis Bisa Penuhi Setengah Batas Gula Harian
Satu botol minuman manis 250 ml bisa menyumbang hampir setengah batas gula harian. Kemenkes mengingatkan risiko obesitas dan diabetes meningkat.
JAKARTA – Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan masih menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, satu botol kecil minuman manis dapat menyumbang hampir setengah dari batas konsumsi gula harian yang dianjurkan.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., mengungkapkan banyak masyarakat belum menyadari tingginya kandungan gula dalam minuman kemasan.
Dalam paparannya di Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026), Nadia menjelaskan bahwa satu sajian minuman berpemanis ukuran 250 mililiter rata-rata mengandung 22,8 gram gula.
Sementara itu, batas konsumsi gula yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI adalah maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan per orang per hari.
“Minum satu botol kecil saja, hampir setengah dari batas gula harian sudah terpenuhi. Padahal kita masih makan dan minum yang lain,” ujarnya dalam peringatan Hari Obesitas Sedunia.
Konsumsi Minuman Manis Masih Tinggi
Data **Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sekitar 60 persen penduduk Indonesia mengonsumsi setidaknya satu jenis minuman manis setiap hari. Angka ini belum termasuk asupan gula dari makanan lain.
Menurut Nadia, pola konsumsi tersebut berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kebiasaan minum manis juga cenderung berulang karena lidah cepat beradaptasi dengan rasa manis.
“Kalau kita terbiasa minum manis, besoknya ingin lebih manis lagi. Jadi harus dilatih untuk mengurangi secara bertahap,” katanya.
Cara Bertahap Mengurangi Gula
Kemenkes mendorong masyarakat mulai mengendalikan konsumsi gula dari hal sederhana, antara lain:
-
Memilih opsi less sugar saat membeli minuman
-
Mengurangi takaran gula pada minuman rumahan
-
Membiasakan minum air putih lebih sering
-
Membaca label kandungan gula pada kemasan
“Kalau biasanya satu sendok, coba kurangi sedikit demi sedikit. Nanti lama-lama akan terbiasa,” tutur Nadia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



