https://banten.times.co.id/
Berita

IDAI Bongkar Mitos Air Kelapa untuk Cacar Air

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:42
IDAI Bongkar Mitos Air Kelapa untuk Cacar Air Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T (K) dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (13/1/2026). (Foto: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

TIMES BANTEN, JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut belum ada bukti lebih lanjut terkait air kelapa yang dianggap dapat mengurangi rasa gatal akibat terkena varicella atau cacar air.

"Belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mengurangi gatal (akibat cacar), tapi (air kelapa) boleh diberikan pada anak-anak," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K) dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Ratni mengatakan sejauh ini hal yang baru terbukti adalah air kelapa mengandung banyak elektrolit seperti kalium yang baik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Manfaatnya yang baik itu juga sudah diyakini oleh nenek moyang pada zaman dulu sebagai andalan untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Namun jika dispesifikan untuk mengurangi rasa gatal pada pasien cacar, ia menilai butuh penelitian lebih lanjut supaya informasi soal fungsi dan manfaat air kelapa dapat diperbarui dan valid.

Meski demikian, Ratni menyampaikan air kelapa dapat dikonsumsi oleh pasien cacar.

Dalam kesempatan itu, ia turut meminta orang tua agar mencari informasi soal cacar air dari sumber yang dapat dipercaya dan tidak mudah termakan oleh mitos-mitos yang masih beredar dalam masyarakat.

Varicella atau cacar air adalah infeksi primer yang diakibatkan oleh virus varicella zoster (VZV) yang ditandai oleh adanya demam dan munculnya lepuhan berukuran kecil yang mengandung cairan yang menyebar di seluruh bagian tubuh (ruam vesikular generalisata).

Penyakit ini umum terjadi pada usia anak-anak dan virusnya mudah menyebar di ruangan tertutup seperti di sekolah, bangsal atau rumah.

Cacar air sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. IDAI sendiri telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin varisela disuntikkan secara subkutan mulai usia 12 bulan.

Pada usia 1-12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan, usia 13 tahun atau lebih interval 4 sampai 6 minggu. Kemudian untuk anak usia 2 tahun atau lebih yang belum mendapat MR/MMR dan varisela dapat diberikan vaksin MMRV sebagai dosis primer.

Pada anak kurang dari 2 tahun yang sudah mendapat MR/ MMR atau varisela sebelumnya, MMRV dapat diberikan sebagai booster. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banten just now

Welcome to TIMES Banten

TIMES Banten is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.